Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk sharing session bersama teman-teman di FISIP UI. Waktu itu gomongin creative visual advertising. Gimana membuat sebuah iklan yang hadir bukan untuk di-skip sama orang-orang, tapi hadir untuk menggerakkan.
Sering kali ketika membahas tentang menggerakkan, kita bakal langsung kebayang soal banyak orang. Ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang yang ingin kita jangkau dan gerakkan. Kita kemudian luput membayangkan satu orang yang hidupnya bisa berubah karena tergerak oleh apa yang kita buat.
Think personally adalah senjata advertising yang jarang dibahas. Padahal, dengan berpikir hal yang semakin personal, maka semakin mungkin hal itu menjangkau banyak orang. Personal is komunal. Banyak hal personal yang dirasakan oleh banyak orang. Dan untuk mengetahui itu, butuh empati yang tinggi.
Dalam sesi sharing session bersama teman-teman di FISIP UI, dibandingkan emmbahas teori, gue lebih banyak ngajak mereka berpikir tentang gimana caranya bisa mempengaruhi satu orang secara kuat dan dalam. Karena ketika satu orang bisa terpengaruh dengan kuat, maka pengaruh itu akan ikut menggerakkan orang lain. Satu orang tertawa, akan memancing tawa yang lain, dan begitulah seterusnya.
Impress one person bukan berarti kita tidak peduli dengan banyak orang. Impress one person adalah sebuah pendekatan personal kita melihat bagaimana satu orang berperilaku, berpikir, ataupun bertindak, lalu membuat sesuatu terasa dekat dengannya. Dengan mendekatkan diri pada satu orang, kita bisa melihat pola yang dilakukan banyak orang. Dan dari situlah, impresi yang dirasakan oleh satu orang akan mampu menggerakkan lebih banyak orang.