Seperti uang, pengetahuan juga bisa ditabung. Yang membedakannya adalah jika tabungan uang digunakan, maka uangnya akan berkurang. Sedangkan pada tabungan pengetahuan, meski digunakan berkali-kali, jumlahnya akan tetap sama bahkan semakin bertambah.
Seperti uang, pengetahuan juga harus dicari. Ia tidak datang sendiri ketika lo tidak berusaha untuk mendapatkannya. Lo harus punya keinginan untuk bergerak dan mencari sumber pengetahuan, biar lo bisa menyetok berbagai pengetahuan untuk lo gunakan ketika butuh.
Kenapa ketika mengajar itu gue selalu menganjurkan setiap orang untuk belajar seluas-luasnya di luar hal yang ia tekuni, karena buat gue makin banyak pengetahuan yang lo pelajari, sudut pandang lo melihat sesuatu bisa menjadi lebih luas lagi. Keluasan sudut pandang itu tentu saja membawa manfaat yang baik ketika lo mencari ide. Akan sangat berbeda pengalaman berpikir yang lo rasakan ketika lo hanya bisa melihat sesuatu dari depan, dan ketika lo bisa melihatnya juga dari atas, bawah, samping, bahkan belakang.
Permasalahan stuck ketika mencari ide, adalah permasalahan referensi. Semakin sedikit referensi yang kita punya untuk menganalisis sesuatu, maka akan semakin sedikit kemungkinan ide yang muncul. Sebaliknya, jika refrerensi semakin banyak, maka akan semakin banyak pula kemungkinan ide yang muncul.
Mempelajari sesuatu yang berbeda dari jalur keahlian kita bukanlah sebuah kegiatan yang sia-sia. Itu adalah upaya menabung pengetahuan. Untuk menyambungkan satu pengetahuan dan pengetahuan lainnya, di situlah kreatifitas berperan. Imajinasi. Lo akan butuh imajinasi untuk menjahit pengetahuan yang ada, agar bisa menjadi sebuah inovasi.
Kepastian yang diberikan oleh pengetahuan, dan kemungkinan yang dihadirkan lewat imajinasi, akan membawa lo ke berbagai kemungkinan yang bahkan gak pernah lo bayangkan sebelumnya. Jadi jangan diam aja, gerak sekarang juga!